Pengamat Berikan Penjelasannya Benarkan Pilpres AS Berdampak Besar menuju Indonesia

Sekretaris Program Studi Hubungan Internasional Unisri Surakarta, Halifa Haqiqi memberikan penjelasannya terkait dampak Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat terhadap Indonesia. Halifa menyebut, Pilpres AS terhadap Tanah Air sangat berdampak. Ini tidak lepas dari hubungan baik yang telah dijalin oleh kedua negara beda benua tersebut.

Halifa kemudian merinci hasil hubungan baik antara AS dengan Indonesia. "Ini karena investasi terbesar nomor 5 di Indonesia dari Amerika." "Begitu pula masalah hutang yang kebanyakan dari sana. Ini yang menjadikan hubungan Amerika dengan Indonesia lumayan erat," sambungnya.

Halifa kemudian membeberkan kemungkinan dampak terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden. Jika ini terjadi maka isu isu terkait dengan rasialisme masih akan terus berlanjut. Begitu pula dengan isu pelarangan muslim masuk ke Amerika Serikat.

"Sedangkan untuk Indonesia sendiri akan dibatasi impornya." "Karena Trump menganggap prinsip buyback Amerika lebih memilih produk yang dihasilkan sendiri daripada negara lain," ucap perempuan berkaca mata ini. Halifa melihat kebijakan yang akan dikeluarkan Joe Biden jika menang menjadi presiden Amerika Serikat akan bertolak belakang dengan Trump.

Hal di atas tidak lepas dari sepak terjang Joe Biden selama pemerintahan Presiden Barack Obama. "Karena Biden selalu men counter kebijakan yang dikeluarkan Trump," kata dia. "Jadi Pilpres Amerika Serikat akan berdampak baik di dunia maupun terhadap Indonesia secara khususnya," imbuh Halifa.

Terakhir Halifa berpendapat jika Pilpres dimenangkan Joe Biden akan berdampak baik dibandingkan Trump. "Tentu kebijakan Biden akan berbeda dengan Trump, tapi tidak tahu akan seperti apa." "Saya rasa agak lebih baik dibandingkan dengan Trump," tandas Halifa.

Diberitakan sebelumnya, warga Amerika Serikat menjalani pemilihan umum presiden Amerika Serikat 2020 pada Selasa (3/11/2020) waktu setempat. Kali ini warga Amerika Serikat dihadapkan pada dua pilihan, yakni Donald Trump dari Partai Republik dan Joe Biden dari Partai Demokrat. Sebagai petahana, rekam jejak Trump selama periode pertamanya memimpin kerap diserang Biden saat berdebat.

Di sisi lain, Trump membantah segala tudingan dan serangan yang dilemparkan oleh Biden. Kedua calon presiden sama sama berada di usia yang tidak lagi muda, bahkan tergolong lansia, yakni sudah di atas 70 tahun. Lantas siapa di antara Biden dan Trump yang akan dipilih oleh warga Amerika Serikat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *