Wanita Ini Kembalikan Artefak yang Ia Curi Belasan Tahun Lalu Selalu Alami Kesialan

Seorang wanita asal Kanada mengembalikan artefak yang telah dicurinya dari situs kuno Pompeii, Italia, setelah dirinya mengalami kesialan berulang kali. Wanita berusia 36 tahun yang diidentifikasi bernama Nicole ini mengirimkan paket relik dan sebuah catatan ke biro perjalanan wisata. Menurut laporan New York Post yang dilansir dari laman , Senin (12/10/2020), wanita ini mengaku dirinya terus mengalami kesialan.

"Tolong bawa mereka (artefak) kembali, mereka membawa kesialan," tulis wanita tersebut dalam catatan yang termuat dalam sebuah paket. Wanita tersebut mengirimkan paket berisi dua keping mozaik, sepotong keramik, dan dua bagian dari kendi kuno yang dikenal sebagai amphora. Dia mengatakan, dirinya telah mencuri artefak tersebut pada 2005 saat perjalanan wisata.

Artefak yang dicurinya merupakan bagian dari letusan Gunung Vesuvius yang berusia lebih dari 2.000 tahun yang lalu dan telah diawetkan. "Saya masih muda dan bodoh, dan saya ingin memiliki sepotong sejarah yang tidak dimiliki siapapun," tulisnya. Tetapi dia mengatakan, setelah membawanya pulang sebagai kenang kenangan ke Kanada, ia dikejutkan dengan serangkaian peristiwa tragis.

Ia berkata, dirinya percaya apa yang dicuri memiliki banyak energi negatif di dalamnya. "Orang orang di sana meninggal dengan cara yang mengerikan. Nasib buruk mempermainkan saya dan keluarga saya," tulis wanita tersebut. Ia menjelaskan, dirinya juga telah dua kali berjuang melawan kanker payudara.

Untuk menebus kesalahannya tersebut, dia berencana kembali ke Italia dan meminta maaf secara langsung. "Kami orang baik. Saya hanya ingin menghilangkan kutukan ini dari saya dan keluarga saya. Tolong ambil artefak ini kembali, jadi saya bisa melakukan hal yang benar dan memperbaiki kesalahan yang telah saya buat," tulisnya. Pemilik biro perjalanan yang menerima artefak itu kemudian menyerahkannya kepada polisi.

Untuk saat ini, tidak jelas apakah ada tuduhan yang akan diajukan terhadap wanita ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *